TERAPI PERILAKU KONTAK MATA ANAK KEBUTUHAN KHUSUS - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Selasa, 17 April 2018

TERAPI PERILAKU KONTAK MATA ANAK KEBUTUHAN KHUSUS

Kumpulan Materi “Pintu masuk” ke terapi perilaku antara lain kontak mata karna anak tidak mungkin belajar jika tidak memandang atau memberikan perhatian. Untuk menimbulkan dan meningkatkan kontak mata dapat diupayakan cara berikut 

· Bangkitkan kontak mata anak dengan memberikan perintah “lihat” bersamaan dengan menempatkan benda-benda yang menarik perhatiannya setinggi mata terapis. Pilihlah benda yang disukai anak, yang menarik perhatiannya, atau yang diinginkannya. Ambillah dengan cepat dan tempatkan setinggi mata anak atau jika anak senang makan maka pilihlah makanan. Biasanya, anak secara spontan melihat ke arah benda diberikan perintah “lihat”. Oleh karena itu, terapis harus cepat memberikan perintah “lihat” sebelum anak melihat karena Anda sedang melatih kontak mata atas perintah (on request) bukan kontak mata spontan. Jika naka belum memandang terapis, mungkin perlu bantuan dengan memegang dagunya secara ringan atau kuat, atua jika perlu menolehkan kepalanya. Pada awal-awal latihan, begitu anak memandang terapis meski sekilas, segera berikan benda yang dipegang, tetapi pemberiannya ke arah mata anak sehingga diharapkan kontak mata dapat berlangsung terus selama pemberian. Yang perlu diperhatikan, yakinkan anak melihat ke mata terapis bukannya dipegang sedekat-dekatnya ke mata terapis dan cukup jauh jaraknya dengan mata anak (sekitar 1-2 meter). Usahakan mata anak dan terapis sama tinggi, jika perlu terapis berlutut. Lakukan cara tadi berulang-ulang selama beberapa hari sampai terapis yakin anak sudah melakukan kontak mata on request dan saatnya untuk melakukan peningkatakan kontak mata. Caranya, jika sebelumnya pemberian benda diberikan segera dan cepat kepada anak maka sekarang terapis memberikannya dengan gerakan lambat (slow motion) dan semakin lambat pada tempo dua detik setelah instruksi, terapis menoleh ke arah lain sekitar lima detik, kemudian ulangi lagi instruksi dengan memberi pancingan benda-benda, seperti cara nomor satu di atas. 

· Halangan pandangan anak dengan wajah terapis agar terjadi kontak mata, sambil mengatakan “lihat”, dilakukan ketika anak duduk atau berbaringan. Kemungkinan besar anak akan memalingkan wajah, karena itu wajah terapis bergerak ke sana ke mari untuk terus menghalangi pandangan mata anak dan mengadakan kontak mata terus-menerus. Pada saat itu, terapis juga terus menerus menghadiahkan wajah dan suara menyenangkan pada anak. 









Sumber: Danuatmaja B. (2003). Terapi anak autis di rumah. Jakarta: Puspa Swara, Anggota Ikapi.(Hal. 33-36)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer